Kuliner Sumbar

Close

Dari Bukittinggi hingga Pesisir Selatan: Wisata Kuliner Autentik yang Wajib Kamu Kunjungi

Sumatera Barat bukan hanya tentang keindahan alam yang memukau β€” dari lembah hijau hingga danau biru β€” tapi juga tentang rasa. Setiap daerah di Ranah Minang menyimpan cita rasa khas yang tumbuh dari tradisi, tanah, dan tangan-tangan terampil masyarakatnya. Perjalanan kuliner di Sumatera Barat bukan sekadar urusan lidah, melainkan sebuah pengalaman budaya yang membawa kita memahami filosofi hidup orang Minang: sederhana, hangat, dan penuh makna.

Mari kita mulai perjalanan rasa ini β€” dari Bukittinggi yang berhawa sejuk hingga Pesisir Selatan yang penuh aroma laut.


🏞️ Bukittinggi – Kota Wisata dan Surga Nasi Kapau

Bukittinggi tak hanya terkenal dengan Jam Gadang atau panorama Ngarai Sianok, tapi juga dengan warisan kuliner legendarisnya: Nasi Kapau. Hidangan ini berasal dari nagari Kapau, Agam, yang kemudian menjadi ikon kuliner utama di Pasar Atas Bukittinggi.

Setiap pagi, aroma santan dan rempah memenuhi udara pasar. Para pedagang perempuan β€” yang dikenal tangguh β€” menyendok lauk dari atas wadah besar: tunjang (kikil sapi), gulai nangka, ayam goreng, hingga sambal lado merah yang pedas menggoda. Menyantap Nasi Kapau di Bukittinggi bukan sekadar makan; itu adalah ritual budaya, pertemuan antara tradisi dan rasa yang bertahan lintas generasi.

Tak jauh dari sana, kamu juga bisa mencicipi karupuak sanjai, camilan renyah berbahan singkong yang diiris tipis dan digoreng kering, lalu dilapisi balado. Rasanya gurih, pedas, dan manis β€” khas Bukittinggi yang penuh kejutan.


🌾 Agam – Rasa Autentik dari Lereng dan Danau

Menuruni dataran Bukittinggi ke arah barat, kamu akan sampai di Kabupaten Agam, wilayah yang kaya kuliner dari alam dan danau. Salah satu hidangan paling terkenal adalah Palai Rinuak, sajian khas Danau Maninjau.

Rinuak adalah ikan kecil endemik danau yang dibungkus daun pisang bersama kelapa parut dan bumbu, lalu dibakar perlahan di bara api. Rasanya lembut, gurih, dan beraroma daun pisang yang menenangkan. Palai Rinuak bukan sekadar makanan β€” ia adalah warisan ekologi, cerminan kehidupan masyarakat danau yang menghargai alam sekitar.

Selain itu, cobalah Itiak Lado Mudo, masakan itik kampung dengan cabai hijau muda dan daun jeruk yang segar. Pedasnya tajam tapi menyegarkan, cocok disantap di udara sejuk Agam yang menenangkan.


πŸ₯© Padang Panjang – Kota Serambi Mekkah dan Sate Padang Legendaris

Padang Panjang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam di Minangkabau, tapi kota ini juga menyimpan kuliner khas yang tak terlupakan: Sate Padang Panjang. Berbeda dengan sate daerah lain, Sate Padang disajikan dengan kuah kental berwarna kuning dari campuran tepung beras, cabai, dan kunyit.

Daging sapi atau lidah dibakar di atas bara arang hingga harum, lalu disiram kuah pedas yang menggoda. Aroma asapnya berpadu dengan rempah β€” menciptakan rasa yang kuat, berani, dan khas Minangkabau. Sate Padang Panjang bahkan punya penggemar setia yang rela datang dari luar kota hanya untuk menikmatinya di tempat asalnya.


🌴 Pariaman – Gurihnya Rasa Laut di Setiap Gigitan

Menjelang pantai barat Sumatera Barat, kamu akan menemukan Pariaman, kota pesisir yang terkenal dengan budaya baharinya dan kuliner berbasis laut. Salah satu hidangan wajib coba adalah Sala Lauak, gorengan bulat keemasan dari campuran tepung beras dan ikan laut. Rasanya renyah di luar, lembut di dalam, dan gurih alami dari ikan segar.

Di pagi hari, cobalah Lontong Pical, lontong dengan saus kacang pedas dan sayuran rebus, sering dinikmati bersama gorengan ikan atau kerupuk kulit. Kuliner Pariaman menggambarkan kesederhanaan dan kedekatan dengan laut, tapi tetap memancarkan kelezatan yang autentik.


πŸ₯₯ Pesisir Selatan – Rasa Santan dan Laut yang Berpadu Indah

Perjalanan kuliner berlanjut ke Pesisir Selatan, daerah yang memadukan kekayaan rempah dan hasil laut dalam setiap hidangannya. Salah satu sajian khas yang unik adalah Pangek Pisang β€” gulai manis dari pisang mas yang dimasak dengan santan, gula merah, dan rempah seperti kayu manis dan cengkih. Meski sederhana, rasa manis-gurihnya menghadirkan kehangatan seperti hidangan rumahan di kampung halaman.

Selain itu, Pesisir Selatan juga dikenal dengan Gulai Lokan, olahan kerang rawa yang dimasak santan kental dan cabai. Aroma lautnya kuat, berpadu dengan santan yang lembut β€” menghadirkan cita rasa khas pesisir yang tak bisa ditemukan di dataran tinggi.


πŸ₯₯ Padang – Simbol Rasa Minang yang Mendunia

Tak lengkap rasanya berbicara tentang kuliner Sumatera Barat tanpa menyebut Padang, ibu kota provinsi yang menjadi mercusuar kuliner Minangkabau ke seluruh dunia. Dari sinilah lahir legenda seperti Rendang, Gulai Tunjang, dan Dendeng Balado.

Rumah makan Padang menyebar dari Sabang hingga Merauke, membawa filosofi β€œmakan bersama dalam keberagaman rasa.” Ciri khasnya adalah kuah santan pekat, rempah yang kuat, dan sajian melimpah. Meskipun kini telah banyak versi modern, Padang tetap menjadi poros utama kuliner Minang, tempat di mana tradisi dan inovasi berjalan beriringan.


Perjalanan kuliner dari Bukittinggi hingga Pesisir Selatan adalah perjalanan melintasi rasa, sejarah, dan jiwa Minangkabau. Dari aroma santan di dataran tinggi hingga rasa asin laut di pesisir, semuanya bercerita tentang kekayaan budaya dan cinta terhadap tanah kelahiran.

Setiap hidangan bukan sekadar resep β€” melainkan warisan yang terus dijaga. Jadi, jika kamu berkesempatan menjelajahi Sumatera Barat, jangan hanya melihat pemandangannya. Nikmati juga kisah yang tersaji dalam setiap suapan.

Karena di Ranah Minang, setiap rasa selalu punya cerita. πŸ›