








Bagi wisatawan yang sedang berkeliling Sumatera Barat, jangan lupa untuk mencicipi kue bika yang banyak dijual di tepi jalan yang menghubungkan Padang-Bukittingi.
Di sepanjang jalan tersebut, wisatawan bisa menyaksikan banyak kios-kios kecil yang mengeluarkan asap pertanda sedang membakar kue bika. Adapun salah satu penjual kue bika yang menjadi favorit dan memiliki rasa cukup enak adalah warung bika talago yang berada di Jalan Raya Padang-Bukitinggi KM 10. Dinamakan talago karena di belakang warung ini ada sebuah telaga.
Warung bika talago sudah ada sejak tahun 1990-an, dan dari dulu sampai sekarang warungnya pun kecil saja, tidak diperbesar. Namun, pesanan kue bika talago sangat banyak. Selain ada kue bika yang rasanya enak dan gurih, warung bika talago juga mempunyai menu kopi kawa. Berbeda dari kebanyakan penjual bika yang lain, warung bika talago menjual dua rasa bika, yang bisa dibedakan dari warnanya, yakni warna cokelat dan putih.
Bika yang berwarna cokelat terbuat dari campuran pisang, gula merah, tepung beras, dan kelapa parut. Kue bika ini lebih dominan rasa pisangnya karena itu agak manis.
Sementara, bika yang berwarna putih terbuat dari adonan kelapa parut, tepung beras, dan gula pasir. Bika jenis ini lebih terasa kelapanya, dan sangat pas di lidah karena tidak terlalu manis.
Bika jenis inilah yang paling banyak dijual oleh warung-warung bika lainnya. Bedanya, bika di warung bika talago mempunyai ukuran yang besar dan teksturnya lebih lembut. Satu buah bika dijual dengan harga Rp 3.000. Wisatawan bisa membeli bika talago yang sudah jadi, atau menunggu bika yang baru dipanggang sehingga lebih enak dimakan waktu masih hangat. Proses pembuatannya sendiri tidak terlalu lama, hanya sekitar 10 menit. Sambil menunggu, pengunjung juga bisa melihat proses pemanggangan yang terbilang unik.